Peranan Dewan Pers Dalam Mengawasi Pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik

19 12 2009

Pendahuluan

Setelah jatuhnya Era Orde Baru pada tahun 1998, dimasa pemerintahan Presiden Soeharto, pers dalam posisi sangat mengkhawatirkan dikarenakan pada era orde baru khalangan pers dan penerbitannya terkekang oleh aturan yang keras, dan terlalu dikontrol oleh penguasa, serta dianggap mengekang pers dalam memberikan informasi kepada masyarakat, memang pada masa itu pers berada dalam kontrol Departemen Penerangan, yang mempunyai fungsi mengawasi setiap pemberitaan pers, dan melakukan penindakan apabila pers melakukan pemberitaan yang menyudutkan pemerintah, dengan sanksi mulai dari dicabutnya Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) atau pembredelan tanpa pemberitahuan yang jelas.
Fungsi Dewan Pers pada masa Presiden Soeharto, memang terlihat tidak mempunyi fungsi yang berarti, semua persoalan mengenai pers dilakukan dan diawasi sepenuhnya oleh Departemen Penerangan. Selang beriringnya waktu, era orde baru mengalami kejatuhan, dimana pada saat itu ratusan ribu mahasiswa menuntut turunnya era orde baru yang dinilai selama ini menjalankan pemerintahannya dengan system otoriter. Read the rest of this entry »

Advertisements




Teori – Teori Pers

9 12 2009

Dalam perkembangan pers dan jurnalistik, dikenal empat macam teori yang menjadi acuan dari sistem –sistem pers jurnalistik.

1. Teori Otoritarian
Teori ini muncul diawal lahirnya mesin cetak, ketika negara-negara eropa banyak menganut sistem pemerintahan monarki absolut. Berawal di Inggris pada abad ke 16 dan 17, dimana pers dan karya jurnalistik digunakan oleh penguasa untuk memberi informasi kepada rakyatnya mengenai kebijakan-kebijakan yang perlu diketahui dan dilaksanakan, pers dan karya jurnalistik wajib mendukung kebiakan kerajaan.
Dalam teori ini salah satu fungsi pers dan jurnalistik dalam menyampaikan kebenaran informasi yang objektif kepada masyarakat menjadi hilang hal ini disebabkan kebebasan pers sangat bergantung pada pemerintah atau kerajaan yang mempunyai kekuasaan mutlak. Dan juga dalam teori ini bahwa informasi yang diberikan oleh pemerintah atau kerajaan sifatnya adalah benar adanya.
Read the rest of this entry »





Sumpah Pemuda

22 10 2009

Sumpah Pemuda

Kita semua pasti ingat akan sumpah pemuda yang dikumandangkan oleh Putra-Putri Indonesia yang menyatakan janji serta sumpahnya dengan sepenuh jiwa terhadap Indonesia, dan kita pasti hafal akan isi dari sumpah/ikrar yang dibuat oleh Putra-Putri yang mencintai negara ini dengan sepenuh jiwanya.

image003

Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

  • Kami Poetra Poetri Indonesia Mengakoe Bertoempah Darah Jang satoe, Tanah Indonesia.
  • Kami Poetra Poetri Indonesia Mengakoe Berbangsa Jang satoe, Bangsa Indonesia.
  • Kami Poetra Poetri Indonesia Mendjoendjoeng Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.

 





Mekanisme Produksi Surat Kabar Harian

20 10 2009

Ini merupakan definisi dari hasil produk jurnalistik yang mempunyai ciri khas tertentu antara satu dan yang lainnya.

Surat Kabar

Adalah Lembaran-lembaran tercetak dan tidak terjilid, serta berukuran A0 dibagi dua, dengan jumlah kolom 9 sampai 8 kolom, dimassa sekarang jumlah kolomnya sekitar 7 sampai 8 kolom, terbit secara teratur yang isinya berkisar pada produk jurnalistik dan non jurnalistik, akan tetapi koran atau surat kabar isinya lebih dominan pada berita hard news.

Majalah

Adalah lembar-lembar tercetak yang terjilid dengan ukuran folio,A4, Letter, atau setengah dari ketiganya, dan memiliki sampul lebih tebal dari kertas didalamnya, majalah cenderung berisi soft news atau berisi berita, hiburan, edukasi, akan tetapi majalah lebih dominan berisi hiburan/entertaimen dan edukasi.

Tabloid

Adalah suatu gabungan antara surat kabar dan majalah, yang berukuran setengah dari surat kabar, berisi mengenai entertaiment (biasanya keidupan selebritis atau tokoh publik) Read the rest of this entry »





Hasil Produk Jurnalistik

15 10 2009

Jurnalistik
Jurnalistik adalah bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian dan atau kehidupan sehari-hari secara berkala, dengan menggunakan sarana-sarana penerbitan yang ada.

Surat Kabar / Koran
Surat kabar atau koran adalah Produk cetakan yang berisi berita, informasi, dan pendidikan yang terbit secara kontinyu yang biasanya harian. Ada juga yang berpendapat bahwa surat kabar adalah salah satu bentuk media cetak yang tidak dijilid, dalam ukuran normal tiap halaman terdiri 9 kolom. Ada yang terbit 8 halaman, 12 halaman, 16 halaman, dan ada yang lebih dari jumlah itu. Serta ada juga yang mengatakan Media komunikasi massa yang diterbitkan secara berkala dan bersenyawa dengan kemajuan teknologi pada masanya dalam menyajikan tulisan berupa berita, feature, pendapat, cerita rekaan, dan bentuk karangan yang lain. Tujuan dasar surat kabar adalah memperoleh berita dari sumber yang tepat untuk disampaikan secepat dan selengkap mungkin kepada para pembaca

Surat Kabar Elektronik
Surat kabar elektronik adalah surat kabar yang proses pengolahan dan penyajian informasi serta penerimaannya melalui elektronik atau dimassa sekarang lebih dikenal dengan istilah Internet.

Majalah
Majalah adalah kumpulan liputan berkala yang berisi bermacam-macam artikel dalam subyek yang bervariasi.
Majalah biasa diterbitkan mingguan, dwimingguan atau bulanan. Majalah biasanya memiliki artikel mengenai topik populer yang ditujukan kepada masyarakat umum dan ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti oleh banyak orang.

Tabloid
Tabloid sebenarnya adalah istilah suatu format surat kabar yang lebih kecil (597 mm × 375 mm) dari ukuran standar koran harian. Istilah ini biasanya dikaitkan dengan penerbitan surat kabar reguler non harian (bisa mingguan, dwimingguan, dll), yang terfokus pada hal-hal yang lebih, terutama masalah kehidupan selebriti/artis, olahraga poltik, ekonomi serta kriminal .

Buletin
Buletin adalah publikasi perusahaan dan organisasi yang mengangkat perkembangan suatu topik atau aspek tertentu dan diterbitkan secara teratur (berkala) dalam waktu yang relatif singkat (harian hingga bulanan). Buletin ditujukan kepada khalayak yang lebih sempit, yang berkaitan dengan bidang tertentu saja. Tulisan dalam buletin umumnya singkat dan padat, dimana digunakan bahasa yang formal dan banyak istilah teknis berkaitan dengan bidang tersebut. buletin biasanya adalah A4 (210 x 297 mm) atau eksekutif (7¼ x 10½ inci).Untuk buletin yang terbit secara berkala dalam jangka waktu sedang (1-2 bulan), biasanya diterbitkan dengan jumlah halaman agak tebal (36-120 halaman atau lebih ).

Read the rest of this entry »





Proposal Laporan KKL

7 10 2009

Kata Pengantar

Pertama – tama kami mengucapkan terima kasih kepada Dekan FISIP Universitas 17 Agustus 1945, yang telah memberi kesempatan pada kami untuk melaksanakan kuliah kerja lapangan (KKL), dimana KKL merupakan mata kuliah wajib yang harus dilakukan oleh mahasiswa pada semester V (lima).

Kami memilih Televisi Republik Indonesia (TVRI) sebagai tempat untuk melakukan KKL, oleh karena disamping  sesuai dengan jurusan jurnalistik yang kami ambil, juga karena TVRI adalah televisi publik yang paling tua usianya di Indonesia.

Tema KKL yang kami ambil adalah “ Berita Peliputan Pilpres 2009-2014 “. di TVRI, dalam KKL ini kami ingin melihat langsung bagaimana teori-teori jurnalistik dipakai langsung di lapangan

Terlaksana KKL ini dengan lancar tentunya tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, karena ini kami mengucapkan terima kasih kepada  :

  1. Ibu. Dra. Maria Sri Wuryani, M.S, Kepala jurusan Komunikasi, berserta dosen – dosen komunikasi FISIP
  2. Bapak. Drs. Bambang Siswanto, selaku Manager Produksi Berita TVRI, yang memberi kesempatan kepada kami untuk melakukan KKL.
  3. Bapak. Luki Riyanto dan Bapak Anggiat Situmorang, selaku exsecutive dan Produser TVRI yang bersedia membimbing kami selama kami KKL di TVRI.

Kami menyadari bahwa laporan KKL ini masih banyak kekurangannya, karena itu Kami sangat berterimakasih atas kritik dan saran dalam proposal ini, semoga kiranya Tuhan YME, memberi karunia dan semua kebaikan kepada para pembimbing dan pengajar kami. Amin.

Bab I

Latar Belakang

Dalam Era Reformasi yang terjadi di negara Indonesia saat ini, kami sebagai generasi penerus bangsa, sangat peduli akan kelangsungan perjalanan bangsa ini. Dengan seiringnya perjalanan waktu, saat ini bangsa Indonesia telah melakukan pesta demokrasi atau biasa kita sebut Pemilihan Umum (PEMILU) untuk memilih wakilnya duduk sebagai wakil rakyat di DPR dan MPR, dan berdekatan dengan itu pula juga berlangsung momen yang tidak kalah pentingnya yaitu Pemilihan Presiden Republik Indonesia periode 2009-2014.

Berkenaan dengan adanya momen yang cukup penting inilah kami sebagai mahasiswa FISIP-Ilmu Komunikasi, Sengaja mengambil tema mengenai peliputan berita Pilpres, karena ada beberapa alasan yang menjadi landasan kami sebagai mahasiswa Fisip jurusan komunikasi. Pertama, karena saatnya bertepatan sekali dengan pemilu Pilpres. Hal ini sangat relevan sekali terkait hubungannya dengan fakultas dan jurusan yang kita ambil sebagai mahasiswa Fisip. Dengan mengambil tema tersebut kita berusaha dan belajar secara tidak langsung terhadap kegiatan politik praktis yang tengah berlangsung sekarang ini melalui media elektronik yang dalam hal ini stasiun TVRI. Kedua, kita mengambil berita dengan tema tersebut dari sudut pandang jurnalistik, yang kebetulan sekali kita memang mengambil konsentrasi jurusan jurnalistik.Dalam kegiatan pengambilan berita, kita berusaha untuk belajar mengaplikasikan ilmu jurnalistik yang kita peroleh di bangku kuliah.

1.1 Maksud dan Tujuan Kuliah Kerja Lapangan

Kuliah Kerja Lapangan yang kami lakukan bermaksud untuk lebih bisa memahami apa yang telah diajarkan di universitas bisa diterapkan pada dunia nyata atau dunia kerja khususnya pada penerapan ilmu komunikasi (jurnalistik), dan kuliah kerja lapangan ini juga bermaksud agar kami sebagai mahasiswa bisa lebih mengenal dengan dunia jurnalistik. Di samping itu juga kita dapat mengukur sejauh mana ilmu yang kita dapatkan di bangku kuliah dapat diaplikasikan kedalam dunia kerja terutama sekali yang berkaitan dengan dunia jurnalistik.

Pada akhirnya nanti setelah kami dapat mengaplikasikan ilmu yang kami peroleh di Universitas di dalam dunia kerja melalui kegiatan KKL ini, apabila suatu saat kita berkecimpung dalam dunia jurnalistik, kami tidak canggung lagi dalam menerapkan ilmu yang telah kami peroleh. Dengan demikian kami akan menjadi seorang jurnalis yang punya dasar ilmu yang memadai dan yang bertanggung jawab atas berbagai hasil berita yang telah kita buat. Karena bagaimana pun juga seorang jurnalis selain dituntut untuk professional juga dituntut untuk mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi yang di landasi oleh kode etik jurnalistik.

1.2 Metode Pengumpulan Data Kuliah Kerja Lapangan

1.2.1 Survey

Metode pengumpulan data yang kami gunakan adalah survey dan observasi selama 3 ( tiga ) minggu yang kami lakukan di TVRI dan beberapa wilayah yang menjadi tugas yang diberikan oleh TVRI dalam melakukan peliputan diberbagai wilayah ibukota Jakarta. Karena dengan melakukan survey atau wawancara secara langsung, meskipun kami sebagai mahasiswa KKL yang hanya bertugas sebagai pendamping bagi para reporter ( para pencari berita), setidaknya kami dapat secara langsung memperoleh berita dari narasumbernya atau dari yang berkompeten lainnya.

1.2.2 Kepustakaan

Proposal KKL ini sepenuhnya membahas mengenai peliputan berita, dimana dalam melakukan peliputan berita televisi dibutuhkan seseorang reporter dan kameramen, yang mempunyai peranan sebagai pencari berita. Di sini kami akan membahas mengenai definisi televisi, berita, reporter dan kameramen yang termasuk kepustakaan dalam proposal ini.

Televisi

Adalah suatu alat komunikasi massa yang mempunyai audio visual ( suara dan gambar ) dan berfungsi sebagai penyampai pesan ke audience/ khalayak luas.

Berita

Adalah suatu pesan yang disampaikan kepada khalayak luas. Berita bisa bersumber dari fakta ataupun dari opini yang sedang berkembang dimasyarakat

Reporter

Adalah sesorang yang mempunyai tugas mencari dan mengumpulkan berita yang sedang berkembang dimasyarakat baik itu berdasarkan fakta atau opini.

Kameramen

Adalah seseorang yang mempunyai tugas mengambil atau mengabadikan gambar, dan bekerja bersama dengan reporter.

BAB II

2.1  Teori Yang Terkait Dengan Tema Kuliah Kerja Lapangan

Teori yang terkait dengan tema KKL ini, kembali saya menggunakan model dari komunikasi massa, yaitu model Two Step Flow of Communication ( model komunikasi dua tahap ). Teori ini mengenai keterhubungan antara kegiatan jurnalistik dalam perspektif politik. Read the rest of this entry »





You can get it if you really want

29 09 2009

kita semua bisa mencapai apa yang kita inginkan, bila kita mau dan ikhlas menjalani dan menerima anugrah yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.

kita pasti bertanya-tanya dalam diri, apa yang sebenarnya kita inginkan serta anugrah apa yang diberikan tuhan kepada kita, sehingga kita tidak mengetahuinya. disini saya akan memberikan sedikit pertanyaan mengenai apa yang kita inginkan dan anugrah apa yang kita nikmati seolah-olah kita tidak mengetahuinya.

anda tahu  mengapa anda dilahirkan?

anda tahu  mengapa anda bekerja?

anda tahu  mengapa anda hidup sampai saat ini?

anda tahu  mengapa tuhan begitu sayang kepada anda?

anda tahu  mengapa tuhan juga marah kepada anda?

saya yakin, pasti anda bisa menjawab pertanyaan tersebut, maka dari jawaban anda itu, awal dari apa yang anda inginkan dan anugrah apa yang anda miliki sehingga anda melewatkannya.

marilah kita semua sedikit mencoba menyimak dan merenungi jawaban dari pertanyaan tersebut.

Barry Prima