Kerusuhan Priuk Dilihat dari Etika Jurnalistik

1 05 2010

Bentrokan menentang eksekusi pembongkaran lokasi makam Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad alias Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara, pada tanggal 13 april 2010 antara masyarakat dan anggota satpol PP, menuai banyak kontroversi dari berbagai kalangan diantaranya Presiden RI, Mekopolkam, Gubernur DKI, Kapolda Metro Jaya, komnas HAM, Tokoh Ulama, dan Dewan Pers. Hal ini disebabkan dengan adanya siaran televisi mengenai kerusuhan yang terjadi di makam mbah priuk, dimana saat itu beberapa media secara langsung menyiarkan tayangan yang penuh aksi kekerasan serta disiarkannya informasi yang kurang akurat sehingga kemungkinan malah membuat situasi memanas.
Dalam hal ini penulis akan melihat kerusuhan priuk dari segi etika jurnalistik dimana banyak terjadi pelanggaran kode etik yang justru mungkin menimbulkan dampak atau efek buruk bagi masyarakat yang menyaksikan siaran tersebut. Pada UU penyiaran No. 32/2002 pasal 36 ayat 5 (b) menyatakan isi siaran dilarang “menonjolkan unsur kekerasan, cabul, perjudian dan penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang”. Entah apa yang terjadi pada beberapa media, bukannya mengacu pada UU tersebut tetapi justru sebaliknya menyiarkan secara rinci.
Pelanggaran yang terjadi tidak hanya karna disiarkannya tayangan kekerasan secara langsung tetapi juga pada saat reporter menginformasikan jumlah korban secara terus menerus dan selalu diulang tanpa ada kejelasan kepastian akan informasi yang diberikan. Hal ini jugalah yang mungkin memicu kerusuhan, dan pada akhirnya memang dipastikan ada korban jiwa tetapi korban tersebut bukan meninggal pada pagi atau siang hari seperti yang diinformasikan reporter tersebut.
Memang tidaklah mudah membuktikan bahwa berita seperti itu telah membuat kerusuhan membesar. Namun harus diakui, banyak sekali kerusuhan di negeri ini yang mula-mula dipicu oleh kabar burung. Inilah pentingnya pengelola siaran televisi lebih berhati-hati dalam memberitakan peristiwa kerusuhan.
Sebagai jurnalis, prinsip check dan recheck dalam meliput peristiwa harus dijunjung tinggi agar semua peristiwa yang diinformasikan akurat dan berimbang. Begitu juga Jurnalis televisi pun harus tunduk kepada aturan main ini. Soalnya, Undang-Undang Penyiaran jelas menyatakan bahwa siaran televisi harus taat pula kepada kode etik jurnalistik. Memang upaya ini memakan waktu dan, karena itu, dalam siaran langsung biasanya verifikasi dilakukan bersamaan dengan siaran. Masalahnya, dalam kasus ini kabar adanya korban meninggal sangat sensitif, sehingga seharusnya televisi mengutamakan upaya pengecekan.
Memang dalam era reformasi ini pers telah mengalami perubahan yang sangat besar, dan tak bisa dipungkiri bahwa demokrasilah yang telah memberi kita kebebasan pers, termasuk keleluasaan untuk menyiarkan segala informasi dan peristiwa. Tapi, jika kita tidak berhati-hati memanfaatkannya, bukan tidak mungkin akan timbul anarki yang justru merusak demokrasi itu sendiri.
Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, dan kerusuhan yang sama tidak berulang, maka sudah selayaknya dewan pers dan komisi penyiaran Indonesia, bersikap tegas serta dapat memberikan sanksi keras dan efek jera kepada semua pelanggar etika jurnalis tersebut. Dan sedikit saran dari penulis adalah perlunya revisi kembali mengenai UU Pers dan UU KPI, mengenai sanksi yang keras bagi para pelanggar, hal ini perlu dilakukan bukan untuk mengekang kebebasan pers melainkan menjadikan pers yang baik dan bijak dalam memberikan informasi kepada seluruh masysrakat Indonesia.


Actions

Information

One response

29 09 2010
Januar.rh

selaion itu juga dengan disiarkannya kerusuhan tersebut secara terus menerus selama satu hari membuat warga yang beada diluar area makam ikut berdatangan pada sore harinya dan membuat situasi semakin memanas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: