Wisata Bahari dan Sejarah Pulau Seribu

23 02 2010

Ehm…. pulau seribu?, siapa yang tak mengenal salah satu objek wisata bahari yang satu ini, ya secara geografis pulau ini berada diwilayah DKI Jakarta, letaknya kurang lebih satu jam perjalanan dari teluk Jakarta, saat melakukan perjalanan kepulau seribu saya berangkat melalui pelabuhan muara angke dengan menggunakan kapal penyebrangan antar pulau yang tarifnya Rp 25.000,-/orang, dengan tujuan pulau Untung jawa, dalam perjalanan kepulau tujuan terlihat beberapa pulau yang dilewati oleh kapal yang saya tumpangi diantaranya seperti Pulau Bidadari, Pulau Onrust, Pulau Khayangan, dan Pulau rambut.
Setelah kurang lebih satu jam perjalanan akhirnya saya sampai juga di persinggahan pertama saya di pulau Untung Jawa, didermaga pulau ini sudah ada seseorang yang menunggu saya, ricki namanya ia asli penduduk pulau ini yang nantinya kan memandu saya menuju pulau-pulau yang saya lewati saat menuju kepulau Untung Jawa, dengan sedikit pembicaraan akhirnya saya bergegas keloket dermaga dan membayar tiket masuk seharga Rp. 3000,-/orang, lalu saya menuju homestay yang sudah saya pesan dengan tarif Rp. 200.000.-/hari dengan view menghadap laut.
Sejenak setelah beristirahat, saya mulai berkeliling mengitari pulau ini dan berjalan menyusuri pantai ditemani hembusan angin sepoy-sepoy, tepat didepan saya anak kecil tertawa lepas saat benteng buatannya tersapu ombak, serta beberapa orang sedang asik berenang, sungguh suasana menarik. Tidak terasa langit mulai memerah dan redup tanda matahari kan terbenam, seketika saya menuju sebuah warung tepian dermaga sambil menikmati es kelapa muda serta ikan bakar dan disuguhkan pesona SUNSET.
Pagi menjelang saya sudah bersiap untuk berangkat menuju Pulau Onrust, mengunakan kapal kecil berukuran 2X5 M, ditemani ricki saya mengarungi lautan menuju pulau-pulau kecil yang mempunyai sejarah dalam perkembangan Negara ini. Ya, pulau pertama yang menjadi penghentian saya adalah Onrust, menurut salah satu petugas yang menjaga pulau ini, nama Onrust diambil dari bahasa belanda yang berarti tanpa istirahat, namun penduduk setempat menyebutnya dengan pulau kapal, hal ini dikarenakan pada abad 17-18 Onrust adalah pulau tersibuk dan banyak disingahi kapal-kapal VOC, pulau ini juga merupakan markas tentara penjajah Belanda sebelum masuk kewilayah Batavia (Jakarta).
Namun pada tahun 1803-1810 pulau ini 3 kali digempur oleh pasukan kerajaan inggris dibawah komodor/komandan Admiral Edward Pellow, sehingga menghancurkan bagunan yang ada dipulau ini. Pada tahun 1930-an, Pulau Onrust juga pernah menjadi asrama haji sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci, Saudi Arabia, sisa-sisa bangunan belanda yang menjadi asrama calon haji masih berdiri sampai saat ini walaupun ada juga beberapa yang hanya tinggal puingnya saja. Tidak jauh dari pulau Onrust terdapat dua pulau yaitu Pulau Cipir/Khayangan dan Pulau Bidadari.
Pulau cipir/khayangan merupakan bagian dari gugusan pulau onrust, tetapi nuansa yang ada dipulau ini masih sama seperti onrust yang membedakan hanyalah masih terlihatnya dermaga atau galangan kapal peninggalan belanda walau sudah terendam air laut,
Setelah puas menjelajah pulau Onrust dan cipir, tidak terasa perut mulai lapar saya kembali kekapal menuju pulau Bidadari, pulau yang satu ini memang sedikit berbeda dan sudah dikelola oleh swasta, dipulau ini terdapat restoran dengan menu special ikan Kuwe bakar sambal mangga muda, mmm karena memang sudah lapar, dengan lahapnya saya menyantap makanan sambil ditemani semilir desir angin laut.

Puas menikmati ikan bakar, saya kembali menyusuri pulau bidadari, menurut sejarah pulau ini sebelum dikelola swasta bernama pulau sakit, namanya juga pulau sakit, hal itu karena pada abad ke-17-19, VOC membangun rumah sakit untuk penderita Lepra atau Kusta, pulau ini merupakan salah satu penunjang aktivitas pulau Onrust.
Sebagai satu gugusan dari pulau onrust, dipulau ini juga dibangun sebuah benteng yang dibangun pada abad Ke- 17, tepatnya pada tahun 1850, namun hancur akibat terjangan gelombang Tidal Letusan gunung Krakatau pada tahun 1883, walau benteng ini terkena dampak dari letusan Krakatau benteng Martello masih bisa dilihat sampai sekarang, secara arsitektur bentuk benteng Martello bulat dan tepat berada ditengah pulau bidadari.

Konon pulau-pulau ini memiliki sebuah terowongan yang saling berhunbungan antara Pulau Onrust dan Pulau Cipir, yang terowongan ini berada dibawah laut, dan menurut salah satu tokoh setempat terowong ini mengarah langsung ke Jakarta yang ujungnya berada disekitar Istana Merdeka dan monas.

Tidak terasa hampir 5 jam saya menjelajahi Gugusan pulau Onrust dan Bidadari, saya kembali kekapal menuju pulau Rambut, ya ini adalah pulau terkhir yang akan saya jelajahi, pulau rambut juga dikenal sebagai Pulau Burung.
Ya, pulau yang luasnya 45 hektar ini dipenuhi dengan hutan bakau yang sangat rimbun, oleh karena itu banyak burung-burung yang hidup dipulau ini jumlahnya diperkirakan sampai 30.000 burung hidup dipulau ini, namun pada bulan bulan tertentu yaitu maret sampai September jumlahnya meningkat dua kali lipat, burung-burung yang singgah antara bulan-bulan tersebut diperkirakan datang dari benua Australia.
Penghuni dipulau ini sebenarnya tidak hanya burung, berdasarkan pengamatan saya ada juga reptile, saat saya menginjakan kaki di pulau ini saya sudah disambut oleh hewan melata yaitu Biawak yang panjangnya sampai 3.5 meter, masuk kedalam pulau ini saya juga melihat seekor ular Sanca Kembang yang besarnya seperti badan anak kecil dan mempunyai panjang kurang lebih 10 meter, dan masih banyak lagi jenis hewan melata yang ada dipulau ini.

Setelah berjalan menyusuri semak belukar, akhirnya saya sampai juga diatas menara pengamatan yang tingginya 35 meter, pemandangan dari atas ini sungguh indah dari menara tidak hanya bisa melihat burung-burung yang berterbangan tapi juga seluruh pulau ini yang dikelilingi lautan, oh sungguh mempesona serasa masih ingin berlama-lama diatas menara ini.
Setelah seharian menjelajah pulau yang ada dikepulauan seribu, saya kembali kepenginapan/homestay dan bersiap kembali pulang kejakarta. Sungguh perjalanan yang paling berkesan buat saya, dan saya berharap dapat kembali berwisata kepulau seribu kembali.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: