Teori – Teori Pers

9 12 2009

Dalam perkembangan pers dan jurnalistik, dikenal empat macam teori yang menjadi acuan dari sistem –sistem pers jurnalistik.

1. Teori Otoritarian
Teori ini muncul diawal lahirnya mesin cetak, ketika negara-negara eropa banyak menganut sistem pemerintahan monarki absolut. Berawal di Inggris pada abad ke 16 dan 17, dimana pers dan karya jurnalistik digunakan oleh penguasa untuk memberi informasi kepada rakyatnya mengenai kebijakan-kebijakan yang perlu diketahui dan dilaksanakan, pers dan karya jurnalistik wajib mendukung kebiakan kerajaan.
Dalam teori ini salah satu fungsi pers dan jurnalistik dalam menyampaikan kebenaran informasi yang objektif kepada masyarakat menjadi hilang hal ini disebabkan kebebasan pers sangat bergantung pada pemerintah atau kerajaan yang mempunyai kekuasaan mutlak. Dan juga dalam teori ini bahwa informasi yang diberikan oleh pemerintah atau kerajaan sifatnya adalah benar adanya.

2. Teori Libertarian
Teori ini muncul saat pertumbuhan demokrasi politik dan paham kebebasan berkembang pada abad ke 17, sebagai akibat revolusi industri, kemerdekaan koloni-koloni di Amerika dan revolusi Perancis (1789). Hal ini dimulai pada masa pencerahan (aufklarung) menumbuhkan iklim kebebasan pers sebagai salah satu aspek dari hak asasi manusia, dimana kebenaran tidak lagi dianggap milik penguasa melainkan milik masyarakat dalam mencari kebenaran dan merupakan salah satu dari hak asasi manusia. Dalam teori ini posisi pers harus bebas dari pengawasan dan pengaruh pemerintah, pers juga berfungsi sebagai alat bagi masyarakat dalam mengawasi dan mengontrol jalannya pemerintahan.

3. Teori Totalitarian ( Pers Komunis Soviet )
Merupakan pers yang berpegang pada asas kebenaran berdasarkan teori Marxis. Pers soviet sepenuhnya bekerja sebagai alat penguasa, dalam hal ini parati komunis. Teori ini sebenarnya mirip dengan teori Otoritarian, tetapi mempunyai perbedaan dimana perusahaan pers bisa dimiliki oleh partai dan swasta, usaha pers swasta juga harus mendukung kebiakan pemerintah. Fungsi pers komunis adalah memberi bimbingan secara cermat kepada masyarakat agar masyarakat terbebas dari pengaruh-pengaruh luar yang dapat menjauhkan rakyat dari cita-cita partai.

4. Teori Social Responsibility ( Tanggung Jawab Sosial )
Berkembang pada abad ke 20, dengan berbagai macam perkembangan media massa, menuntut kepada media massa untuk memiliki suatu tanggung jawab sosial yang baru. Teori ini menganggap kebebasan mutlak banyak mendorong terjadinya dekandensi moral. Teori ini memandang bahwa pers dan sistem jurnalistik perlu dan harus menggunakan dasar moral dan etika.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: