Pengetahuan Masyarakat Tentang Obyek Wisata dan Peninggalan Sejarah Dikepulauan Seribu

27 09 2009

Pengetahuan Masyarakat Tentang Obyek Wisata dan Peninggalan Sejarah Dikepulauan Seribu

Abstrak

Salah satu upaya kita sebagai generasi penerus bangsa, Ialah dengan cara kita turut serta dan ikut andil dalam mensukseskan program pemerintah, diantaranya seperti membantu mensukseskan pariwata yang ada di Indonesia.

Didalam proposal ini penulis ingin sedikit memberikan informasi kepada masyarakat bahwa di Jakarta  khususnya dikepulauan seribu ada suatu obyek wisata yang sangat mempesona dan mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi.  Kepulauan Seribu terdiri dari pulau-pulau karang sebanyak 105 buah dengan total luas wilayah daratan sebesar 8,7 km². Posisinya secara geografis adalah pada 5°24´ – 5°45´ LS dan 106°25´ – 106°40´ BT dengan luas 1.180,8 hektare (11,8 km²). Temperatur sepanjang tahun umumnya berkisar antara 21°C-32°C dengan kelembaban udara rata-rata 80%.

Latar Belakang

Disaat pemerintah dengan gencar-gencarnya mempromosikan obyek wisata kepada masyarakat dalam maupun luar negeri, akan tetapi masih saja dikatakan kurang optimal. Karna masih ada masyarakat yang tidak mengetahuinya atau memang tidak terjamah oleh informasi yang diberikan pemerintah.

Kepulauan Seribu merupakan gugusan kepulauan yang terletak di sebelah utara Jakarta, tepat berhadapan dengan teluk Jakarta. Namanya Kepualauan Seribu bukan berarti pulau-pulau di dalam gugusan kepualaun itu berjumlah seribu. Jumlah pulau itu hanya sekitar 342 pulau, termasuk pulau-pulau pasir dan terumbu karang yang bervegetasi maupun yang tidak. Pulau pasir dan terumbu karang itu sendiri berjumlah 158. Tidak semua pulau yang termasuk di dalam gugusan Kepulauan Seribu didiami manusia. Sebagaimana banyak pulau-pulau lainnya di Indonesia, sebagian besar pulau di Kepulauan Seribu tidak berpenghuni. Gugusan Kepulauan Seribu memiliki potensi yang tidak kecil untuk pengembangan berbagai macam industri, antara lain pertambangan, perikanan serta yang paling utama ialah pariwisata

Kepulauan Seribu ditetapkan menjadi Taman Nasional Laut dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 162/Kpts-II/1995 dan No. 6310/Kpts-II/2002 yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, Departemen Kehutanan. Luas wilayah 107.489 hektar dengan sekitar 44 buah pulau termasuk ke dalam taman nasional. Pulau-pulau yang terdapat di Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu merupakan tempat ideal untuk snorkeling, berenang, atau menyelam.. Kepulauan Seribu mempunyai pulau yang ditunjuk sebagai pulau suaka alam seperti P. Rambut dan P. Onrust yang ditunjuk sebagai pulau cagar budaya.

Walau bisa dikatakan promosi yang dilakukan oleh pemerinta telah memakai semua media, baik cetak maupun elektronik, tapi itu hanya menyentuh beberapa lapisan masyarakat saja, dan penulis sendiri merasa prihatin akan keterbatasan informasi tersebut, akan tetapi yang menjadi lebih ironis adalah bahwa masyarakat yang berada diwilayah wisata tersebut  tidak semua mengetahui adanya obyek wisata dan peninggalan sejarah yang ada di daerahnya (masyarakat kepulauan seribu). Misalnya seperti  :

Pulau Onrust

Onrust berasal dari bahasa Belanda yang berarti tanpa istirahat, penduduk setempat menyebutnya dengan pulau kapal, karena abad 17-18 pulau ini sangat sibuk disinggahi kapal-kapal VOC, selain itu pulau onrust di gunakan untuk tempat perbaikan dan pembuatan kapal sehingga pulau ini benar-benar terlihat sangat sibuk. Namun pada tahun 1803-1810 pulau onrust 3 kali digempur oleh inggris yang dipimpin oleh admiral Edward Pellow sehingga menghancurkan pulau ini

Pulau Onrust juga merupakan pelabuhan VOC sebelum pindah ke pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara. Pulau Onrust ini juga merupakan markas tentara penjajah Belanda sebelum masuk Jakarta dan mendudukinya.  Di pulau inilah tentara Belanda melakukan aktivitas bongkar muat logistik perang. Tahun 1930-an, Pulau Onrust juga menjadi asrama haji sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Para calon haji di Pulau Onrust diadaptasikan dengan udara laut karena zaman dahulu mereka naik kapal laut sebelum menuju ke Arab Saudi. Di pulau ini masih terlihat bangunan-bangunan peninggalan penjajah Belanda seperti benteng dan pelabuhan kuno.

Pulau Bidadari

Pulau Bidadari atau pulau sakit adalah rangkaian pulau bersejarah di Kepulauan Seribu, Pulau Bidadari memiliki peninggalan berupa benteng Martello, yang dibangun pada abad 17.

Pada abad ke-17, pulau ini merupakan penunjang aktivitas Pulau Onrust karena letaknya yang tidak berjauhan dengannya. Karena menjadi penunjang, di pulau ini dibangun pula sarana-sarana penunjang. Pada tahun 1679, VOC membangun sebuah rumah sakit lepra atau kusta yang merupakan pindahan dari Angke. Karena itulah, pulau ini sempat dinamakan Pulau Sakit.

Saat bersamaan, Belanda mendirikan benteng pengawas. Benteng yang dibangun ini lebih berfungsi sebagai sarana pengawasan untuk melakukan pertahanan dari serangan musuh. Sebelum pulau ini diduduki oleh Belanda, orang Ambon dan Belanda pernah tinggal di pulau ini.

Pulau kahyangan

Pulau Kahyangan disebut juga Pulau Cipir atau Pulau Kuipir. Pulau ini merupakan salah satu pulau di Kelurahan Untung Jawa, Di pulau ini terdapat peninggalan sejarah, yaitu sebuah benteng yang dibangun oleh Belanda pada zaman VOC. Disini ada sumber air tawar yang jernih dan bersih

Pulau damar

Pulau damar adalah pulau yang banyak datangi oleh wistawan asing. Dipulau ini terdapat mercusuar yang dibangun pada tahun 1879 oleh pemerintah hindia belanda, menara ini dibangun oleh raja Williem III. Konon pulau ini dijadikan tempat persembunyian ratu banten yang lari karna ketahuan bekerjasam dengan belanda. Pulau ini merupakan tempat yang digemari oleh para pemancing karna kaya akan biota lautnya

Pulau Rambut

Pulau Rambut terkenal juga dengan nama Pulau Kerajaan Burung. Luasnya 45 hektar. Pulau ini di tumbuhi hutan bakau yang rimbun serta terumbu karang yang sangat indah. Orang Belanda menyebut pulau ini dengan nama Nidelberg. pada keadaan biasa, diperkirakan sekitar 20.000 burung hidup di pulau ini. Di bulan Maret sampai September, jumlah itu meningkat menjadi hingga 50.000 burung. Burung-burung itu diperkirakan datang dari Australia.

Pulau – pulau lain yang juga menjadi potensi wisata adalah:

  • Pulau Pramuka, Pulau Semak Daun, Pulau Kelapa dan Pulau Panggang: Melihat penangkaran penyu, pengamatan satwa dan wisata bahari.
  • Pulau Pramuka, Pulau Opak, Pulau Karang Congkak.

Wreck diving kapal-kapal yang karam.

  • Pulau Panjang, Pulau Putri, Pulau Pelangi dan Pulau Perak:

Wisata bahari yang dikelola oleh swasta.

  • Pulau Semut, Pulau Karang Congkak, Pulau Karang Kroja, Pulau Kotok Besar, Pulau Kotok Kecil dan Pulau Gosong Laga:

Untuk kegiatan menyelam dan snorkeling.

Ini adalah sedikit informasi mengenai kepulauan dan ini juga merupakan bahan penelitian penulis,

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut masalh pokok penelitian adalah bagaimana warisan bumi pertiwi yang sungguh mengagumkan itu tidak banyak masyarakat mengetahuinya.

Dari masalah pokok tersebut, maka dapat diperinci permasalahan yang akan diteliti adalah :

Sejauhmana tingkat pengetahuan masyarakat tentang obyek wisata dan peninggalan sejarah dikepulauan seribu ?

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini dilakukan bertujuan untuk ;

  • Untuk memberikan informasi kepada masyarakat untuk mengetahui obyek wiasata yang ada diwilayahnya (masyarakat kepulauan seribu)
  • Agar masyarakat bisa menjadikan lapangan pekerjaan baru seperti menjadi ‘gaet’ untuk mendapingi wisatawan.

Dari hasil penelitian ini, diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi masyarakat kepulauan seribu dan pemerintah.

Variabel penelitian

Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau aspek dari orang maupun obyek yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari.

Jadi disi variable penelitiaanya adalah :

Variable X      : Obyek wisata dikepulauan seribu

Variabel Y      : peninggalan sejarah dikepulauan seribu

Populasi

Populasi adalah keseluruhan unit yang akan diteliti, dalam proposal ini pupulasinya adalah: ‘Masyarakat kepulauan seribu’

Sampel

Sample adalah sebagian dari populasi yang akan diteliti, disini sampelnya adalah

‘Masyarakat pulau untung jawa’

Metode Penelitian

Metode atau metodelogi penelitian adalah keseluruhan proses berfikir dari mulai menemukan permasalahan, peneliti menjabarkannya dalam suatu kerangka teoritis tertentu serta pengumpulan data bagi pengujian empiris sampai dengan penjelasan dan penarikan kesimpulan gejala yang diteliti.

Jadi metode penelitiannya adalah deskripsi, yaitu penulis berusaha memberikan gambaran tentang wilayah kepulauan seribu, yang memang merupakan suatu kekayaan yang tak ternilai dan bisa membantu taraf hidup masyarakat kepulauan bila di manfaatkan dengan lebih maksimal dan didukung oleh pemerintah.

Obyek wisata yang ada saat ini belum maksimal dimanfaatkan oleh penduduk setempat sebagai alternative lapangan pekerjaan, pemerintahpun kurang menaruh perhatian lebih terhadap harta yang tak ternilai ini

Teknik pengumpulan data

tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah:

  • Angket
  • Wawancara

Wawancara dilakukan dikepulauan untung jawa dan deketahui oleh tokoh masyarakat setempat ini dilakukan untuk mencocokan pendapat penduduk dengan kanyataan atau fakta yang ada dilapangan.

Instrument penelitian

Instrument yang digunakan adalah Quetsioner

Jadwal penelitian

Jadwal penelitian yang dilakukan penulis sekitar kurang  dari 3 bulan dengan perincian jadwal terdapat dalam tabel :

No Kegiatan

Oktober

November

Desember

1

Survey lokasi P. U.jawa

2

Wawancara

3

Ke pulau bidadari dan onrust

4

Ke pulau Rambut

5

Poto lokasi

6

Pembuatan proposal

Ket: dalam table kolom yang diblok menandakan satu minggu

Anggaran

Perkiraan anggaran yang dekeluarkan sebagai berikut :

  • Biaya transpotasi

Sewa kapal ke pulau untung jawa   PP                     Rp     60.000.-

Sewa kapal ke pulau bidadari dan onrust              Rp.  350.000.-

Sewa kapal ke pulau rambut dan dammar            Rp.  300.000.-

Total biaya transportasi                                              Rp.  710.000.-

  • Akomodasi               Rp.   500.000.-
  • Konsumsi                  Rp.   250.000.-

Total seluruh biaya yang dikeluarkan                   Rp. 1.460.000.-


Daftar Bacaan:
wikipedia kepulauan seribu
kepulauan seribu,perpustakaan nasional









Follow

Get every new post delivered to your Inbox.